Tetap Berkarya di Usia Lanjut

Setiap Jumat pukul 19.30 WIB sampai 21.30 WIB para lansia berkumpul di kediaman Surono, warga Lingkungan St. Vinsensius – Wilayah 10. Mereka berdoa dan sharing bersama mengenai keluarga, kesehatan, dan iman.

Surono mengatakan bahwa kegiatan tersebut diadakan tidak sekadar mengisi waktu luang, tetapi juga membuat mereka semakin bersemangat menjalani hidup. “Rasa jenuh, capek akhirnya terbayar ketika kami semua berkumpu,“ ujarnya. Hal senada disampaikan Umi Musrofiharti. “Rasanya kalau saling bertemu, kekeluargaan dekat sekali, sebelum tidur rasanya lebih plong.“

Jumlah lansia di Lingkungan St. Vinsensius sebanyak 15 orang. Terkadang beberapa lansia tidak dapat berkumpul karena kesibukan tertentu. Pertemuan lansia diadakan sejak dua tahun lalu, dan hingga kini rutin dilakukan.

Diharapkan melalui pertemuan tersebut para lansia memiliki wadah di tingkat lingkungan. Sehingga dapat membantu kegiatan lansia di tingkat paroki. Para lansia St. Vinsensius terbilang aktif mengikuti berbagai kegiatan di paroki,  seperti berpartisipasi dalam lomba Mazmur yang diadakan gereja.

Salah seorang lansia St. Vinsensius, Ponijah berhasil membawa pulang piala juara 1 untuk kategori lomba Mazmur Lansia. Ia mengaku bahwa dirinya didaftarkan secara tidak sengaja, “Nenek-nenek kok disuruh lomba. Tapi karena sudah didaftarkan ya, saya coba,“ ujarnya. Sukses menjadi juara tingkat lingkungan, Ponijah maju dalam lomba Mazmur tingkat Dekenat Utara. “Saya tetap mau belajar. Saya berusaha dan bertanggung jawab, tidak peduli mau menang ataupun kalah,“ tambah Ponijah.

Prestasi tersebut menunjukkan bahwa para lansia Lingkungan St. Vinsensius dapat menjadi contoh bagi para lansia di lingkungan lainnya. Walau memasuki usia senja, mereka tetap bisa berkarya. Usia lanjut tidak menjadi penghalang untuk terus berkarya. Semoga semangat mereka bisa menginspirasi, khususnya kaum muda (Frel)

  • Facebook Social Icon
  • Instagram Social Icon
  • Google+ Social Icon
BERITA TERBARU

Dalam rangka mengisi waktu libur, 4 OMK Gereja Salib Suci dan 2 anggota Palapass melakukan
pendakian ke Gunung Kerinci, Jambi, Sabtu (9/6). Perjalanan dimulai dari Bandara Soekarno Hatta
menuju Bandara Sultan Thaha di Jambi. Dilanjutkan menempuh perjalanan darat selama 8 jam menuju
Paroki Kayu Aro, Jambi. Mereka bermalam di paroki tersebut.

Menyambut Era Digital dengan Logo Baru

Minggu 16/9, bersamaan dengan HUT Gereja Salib Suci (GSS) berlangsung peluncuran logo baru. Logo baru dibuat berdasarkan logo sebelumnya. "logo ini dibuat untuk menyambut era digital dan menginspirasi pelayanan gereja" ujar Rm Sigit, CM, Romo kepala GSS.

Sabar Senanti: Tumpukan Sampah Penyubur Tanah

Tumpukan sampah masih menjadi masalah hampir di seluruh bagian dunia. Di Jakarta, sampah organik masih menduduki peringkat pertama, sebagai sampah yang paling sering dihasilkan warga (53,75% dari seluruh sampah). Untuk mengatasi hal itu, berbagai alternatif pengolahan sampah mulai didengungkan para pegiat lingkungan hidup. Salah satu di antaranya adalah komunitas Pecinta Alam Paroki Salib Suci (Palapass).

Please reload

Alamat

Jl. Raya Tugu 12, RT 003/014, Semper, Koja, Jakarta 14260

Follow Us

  • Facebook Reflection
  • Twitter Reflection
  • YouTube Social  Icon

Telp. (021) 440-5740

Fax. (021) 440-0769

© 2015 by KOMSOS PSS CILINCING