Mengapa Pelayan dan Bukan Pahlawan?

(Oleh: Romo Aloysius Cahyo Kristianto, CM)

  • Facebook Social Icon
  • Instagram Social Icon
  • Google+ Social Icon
BERITA TERBARU

“Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku. Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil” (1 Kor 9:17,23).

Betapa indah kata-kata Santo Paulus kepada umat di Korintus ini. Karya pelayanan kita menjadi bagian dari pewartaan Injil, kabar gembira keselamatan Tuhan. Menjadi bagian dalam Injil adalah harapan dan cita-cita dari setiap murid Kristus.

Kalau Anda melakukan pekerjaan ini untuk mencapai kemuliaan diri, Anda hanya akan bertahan satu tahun, tidak lebih. Hanya jika Anda melakukan itu untuk Allah, Anda akan maju terus, apa pun rintangannya.

"Kami berbuat karena Yesus, untuk Yesus, dan bersama Yesus. Sesuatu yang indah selalu untuk Tuhan, memberi meskipun diri sendiri dan menderita karena-Nya, melayani-Nya dalam orang-orang yang menderita dan terbuang." Kata-kata Bunda Teresa dalam sebuah konferensi pers di Amerika Serikat memperlihatkan bahwa karya pelayanan kepada orang-orang miskin dan terlantar menjadi jalan bagi Bunda Teresa untuk menjadi bagian dari hidup Yesus Kristus, Injil Sejati itu.

Bunda Teresa pergi ke mana pun dan berbicara tentang pelayanan kasih. Ia tidak menumpuk uang untuk tarekatnya, tapi menyalurkan kepada orang-orang miskin. Ia tak pernah memakai metode apa pun untuk mendekati kaum papa; yang ia selalu pakai adalah bahasa hati, kata-kata kasih. Ia selalu berbicara pelan, sederhana, hampir terbata-bata, namun secara jelas mewartakan empati pada kemiskinan.

Bukankah itu tanda-tanda kehadiran Injil dalam hidup seseorang, sebagaimana dikatakan Tuhan dalam Injil tadi. “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” Sadarkah bahwa karya pelayanan kita menghadirkan tanda-tanda itu, tanda-tanda kehadiran Kerajaan Allah bagi dunia?